Loading...

News

Pejuang Muda Yang Tak Kenal Lelah Demi Sebuah Khidmah dan Barokah

Pejuang Muda Yang Tak Kenal Lelah Demi Sebuah Khidmah dan Barokah

PEJUANG MUDA TAK KENAL LELAH DEMI SEBUAH KHIMAH DAN BAROKAH

ansorsimokerto.com - Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simokerto BERDUKA ketika salah satu Sahabat terbaiknya harus pergi untuk selamanya, menemui panggilan sang Rabb, FERI panggilan akrab yang biasa sahabat-sahabat memanggilnya. FERI SANDRYA lahir di lamongan dan aktif di organisasi mulai IPNU tingkat ranting hingga PC, kemudian mrnemani sang ayah mengadu nasib di kota metropolitan surabaya jatim.

Dengan berjalannya waktu kehidupan FERI selalu mengabdikan dirinya untuk masuk ke ruang sosial, tanpa berpikiran hidup di kota yang keras harus kerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi bagi FERI beda dalam menanamkan minesite nya yang selalu di tanam dan di praktekkan selama masa hidup nya hingga ajal menjemput.

Hidup SOSIAL adalah cara FERI merasakan hidup lebih tenang, karna dalam benaknya tertanam “MEMBATU ORANG YANG MEMBUTUHKAN ADA KEYAKINAN KUAT ALLAH SWT AKAN MEMBALAS DENGAN BERLIPAT GANDAKAN” Dengan demikian FERI semakin meluaskan koneksinya dengan beberapa komunitas SOSIAL.

Dalam perjalanan melebarkan sayap-sayap di dunia SOSIAL akhirnya bertemu dengan MARYONO yang aktif di Lembaga SOSIAL, hari terus berjalan akhirnya FERI mempunyai tekad untuk mengbdikan jiwa raganya masuk ke Organisasi SOSIAL yang di anggapnya lanjutan dari perjalanan keorganisasian dimasa hidup di kampung halaman yang pernah menjadi ketua IPNU tingkat kecamatan.

Keahlian yang di miliki sangat membantu perkembangan perjalanan organisasi yang saat ini menjadi kebanggan bersama atas karya – karya yang di tinggalkan, GP ANSOR merupakan Badan Otonom jamiyyah Nahdlatul Ulama yang mendapat amanah Mengawal Kyai, Menjaga kedaulatan NKRI, FERI terus berjalan dengan cepat agar organisasi yang digeluti ingin ada kemajuan dalam segala bidang.

Divisi SOSIAL amanah yang di berikan berdasarkan kesepakatan bersama, supaya di berikan pada sahabat PUDJI NURDIANSYAH duet bersama FERI agar Divisi ini benar – benar hadir di tengah masyarakat untuk memberi manfaat, dengan konsep yang matang keduanya memulai dengan membuat kegiatan BERBAGI NASI BUNGKUS untuk para pejuang rupiah yang saat ini di anggap kurang maksimal dalam pendapatan sehari – hari yakni Abang Tukang BECAK.

Merasa tertantang dengan kegiatan SOSIAL kemudian mencari orang yang di anggap rumah yang di tempati sudah tidak layak,tanpa berpikir panjang Divisi SOSIAL Duet PUDJI FERI melakukan Bedah Rumah ibu PURI seorang janda yang setiap harinya hanya buruh cuci, yang berlokasi di jl. Tambak madu rt.03 rw.09 di mulai proses pembongkaran lanjut di bangun rumah layak huni.

Ibu PURI  tidak pernah tersirat kalau rumah nya akan di bangun oleh Gp Ansor kerjasama dengan Komunitas GengGemes dll,hingga terwujud rumah yang layak untuk di tempati ibu PURI bersama anak dan cucunya,PUDJI VS FERI selaku inisiator Bedah rumah mengajak sahabat Banser untuk menjadi team pembangunannya,Bagi- Bagi Nasi Kotak,Bagi – Bagi SEMBAKO serta menyantuni ANAK YATIM,JANDA,DLUAFA sudah menjadj kegiatan rutin yang harus di kerjakan.

Merasa terketuk hatinya di saat mendengar ada rumah bekas kebakaran yang sudah sekitar 4tahun pemilik rumah belum mampu untuk membangun kembali,sang pemilik harus kontrak pindah – pindah dari pintu kontrakan satu ke kontrakan yang lain,karna sang pemilik kontrakan tidak mau ada perpanjangan karna di butuhkan keluarga.

PAK MAKKI pemilik rumah yang menjadi target berikutnya BEDAH RUMAH saat ini rumah yang di tempati menjadi dua lantai yang semula hanya satu lantai,berkat ide PUDJI duet FERI yang di temani sahabatnya MARYONO selaku KASETMA BANSER di beri tugas membantu merapikan administrasi,BEDAH RUMAH berjalan terus hingga kurang lebih memakan waktu satu bulan,yang menjadi kordinator tukang SATKORYON BANSER SIMOKERTO atau komandan Banser tingkat kecamatan.

Rumah PAK MAKKI sekarang sudah dapat di tempati beserta anak istri dan cucunya,Ramadlan kemarin menjadi Ramadlan terakhir untuk FERI dalam kegiatan Berbagi Takjil yang sempat berbagi mencapai 3000 nasi kotak untuk masyarakat yang kurang mampu,dan sembako untuk janda yang kurang mampu mencapai 1.5 ton.

FERI  tinggal kenangan, kebaikan - kebaikan selama masa pengabdiannya  untuk jamiiyah Nahdlatul Ulama, semoga menjadi amal jariyah dan bekal untuk akhiratnya, semoga sahabat yang masih melanjutkan perjuangan nya terus istiqomah hungga hayat memanggilnya dalam keadaan husnul khotimah.

Selamat jalan pejuang

Selamat jalan sahabat

Semoga surga telah menantimu dan para muassis NU di sampingmu.

teruntuk almarhum FERI SANDRYA Al faatehah

Related Post