Loading...

News

ANSOR,BANSER,PAGAR NUSA SIMOKERTO BERBAGI SENYUM UNTUK PARA PEJUANG KETAHANAN PANGAN KELUARGA.

ANSOR,BANSER,PAGAR NUSA SIMOKERTO BERBAGI SENYUM UNTUK PARA PEJUANG KETAHANAN PANGAN KELUARGA.

ANSOR,BANSER,PAGAR NUSA SIMOKERTO BERBAGI SENYUM UNTUK PARA PEJUANG KETAHANAN PANGAN KELUARGA.

ansorsimokerto.com - NU Care-LAZISNU Kota Surabaya, Jawa Timur mengaktifkan program Jumat Berkah. Melalui program ini,

NU Care-LAZISNU Kota Surabaya membagikan makanan kepada masyarakat kecil dan kurang mampu.

Seperti pada Jumat ( 22/1/2021 ) pagi, program dilangsungkan di Jalan kenjeran hingga di makam umum Rangkah Kota Surabaya.

Kali ini NU Care menyasar " para pemulung, penjaga pintu kereta api, pengendara becak, ojek online, marbot masjid, penggali kuburan, petugas kebersihan kuburan, serta petugas sampah.

Aksi ini melibatkan para relawan dari berbagai banom dan lembaga NU seperti " GP Ansor, Banser, dan Pagar Nusa " kata Direktur Program Pendistribusian NU Care-LAZISNU Kota Surabaya Moh Irfan.  

Menurutnya sebanyak 100 -300 kotak nasi dibagikan setiap Jumat melalui progam Jumat Berkah ini. Dana yang terserap sebesar tiga juta rupiah. "Sumber dana ini berasal dari Koin NU dan donasi dari donatur," imbuhnya.  

Ketua NU Care-LAZISNU Kota Surabaya Yusuf Hidayat mengatakan bahwa program Jumat Berkah menjadi program mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jumat. sedang Penyaluran ini melalui UPZISNU di tingkat kecamatan.

"Kota Surabaya ini luas, ada 31 kecamatan. Jadi setiap Jumat UPZISNU ini membagikan nasi kotak di sekitar daerahnya masing-masing," kata Yusuf.   Salah satu kecamatan yang membagikan nasi gratis ini adalah Simokerto. 

Ketua UPZISNU Simokerto " Achmad Romli " menambahkan tujuan dari pembagian nasi kotak ini adalah untuk berbagi senyum dan peduli terhadap orang-orang yang kurang mampu.

"Apalagi di musim pandemi saat ini banyak yang membutuhkan," kata Achmad Romli.  

Suparman salah satu petugas makam penerima nasi gratis dari progam " Jumat Berkah " mengatakan dengan adanya nasi kotak gratis ini dia bisa berhemat. Nasi yg ia terima bisa dimakan pada saat jam istirahat.  

Biasanya kalau sudah waktunya istirahat saya ke warung untuk makan, dan habis sekitar 20 ribu rupiah untuk makan dan minum," ujarnya. 

Achmad Romli juga berharap program mulya ini terus istiqomah dan semakin luas . Amin

#AR

Related Post